Langsung ke konten utama

Daftar UMPN POliteknik Negeri Jember (POLIJE) Bagian II


                  Tanya ke pak Satpam ternyata masuk dulu ke aula beli formulir. Masuklah saya. Pas masuk itu saya ingat tulisan di website kalau pembayaran dilakukan dimeja panitia. Tapi aku abaikan. Pas udah dikasih kuitansi, panitianya bilang bayar 150rb disini ya. Yah, aku minta izin buat ambil uang di ibu dulu. Untung dibolehin dan tempat dudukku nggak diserobot orang. Formulir pendaftaran selesai. Menuju tempat tes kesehatan tadi. Aku mikir soal orang-orang yang nggak tau POLIJE, padahal di map yang baru aku terima itu ada tuilsan POLIJE. Aku yang salah apa mereka yang nggak tau singkatan POLIJE. Tes kesehatan, tes kesehatan adalah hal yang aku takuti kalo nyari sekolah gini. Gimana kalo aku nggak lolos tes kesehatan ini?langsung pulang?yah, baru daftar ambil formulir kok udah ditolak?? Whaaa....terus katanya ibuku nggak mungkin diperiksa detil, paling Cuma tes mata trus ditanya pernah sakit apa. Tetep aja aku takut sama yang namanya tes kesehatan, parno. Aku masuk, ngisi data yah ukur tinggi badan 159 cm berat badan ? turun 1 kg dari kelas xii yaitu.......39 kg. Betapa kurusnya saya ini ya. Mau banyak makan tapi keinget harus kejar target buat belajar dulu biar nggak sia-sia ikut tes. Lanjut tes mata, aku ditanya minus berapa. Aku jawab silinder minus 2. Tes mata berlanjut ya...nggak sulit-sulit banget. Trus tes buta warna. Yang meriksa nggak ngomong apa-apa yaa kalu menurutku aku normal. Nggak tau gimana hasilnya. Next, ditanya pernah sakit apa bla-bla-bla pakai stetoskop juga. Selesai, disuruh ke aula buat ngisi data. Di formulir itu pakai LJK dan ngisinya pakai pensil 2B. Gimana dong? Aku Cuma bawa pensil mekanik, nggak kepikiran kalo ngisinya pakai LJK. Ok, PD aja. Di sekitar pintu aula aku liat banyak anak yang ngisi LJK. Pikirku, tadi di dalam juga banyak, aku masuk aja. Cari lowongan kursi yang sepi. Dan aku nemu meski jauh dari pinu masuk. Duduk dulu, baca petunjuknya. Ok, “beranikan dirimu untuk meminjam!” itu yang kuucapkan di dalam hati. Bersambung.........Previous Next

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikutan #JogjaWalkingTour Edisi Kampung Kauman, Seru Pol!

Pengalaman wisata seperti inilah yang kucari Jogja Walking Tour Edisi Kampung Kauman_Dok @Komunitas Malam Museum Meski hari ini (Sabtu, 11/1/2020) sudah memasuki akhir pekan kedua di Januari 2020, nggakpapa ceritanya loncat-loncat. Sekitar seminggu sebelumnya, aku sempat jenuh dan ingin pergi sejenak. Hari Jumat kemarin (10/1/2020), udah mikir mau ke tempat mana aja mulai pagi pas masih di kelas. Pulang dari UGM, segera kuselesaikan segala tugas beres-beres kos biar Sabtu dan Minggu bebas mau ngapain aja. Alhasil pas malamnya ketika bukain story Instagram @jogjapunyaacara , nemu postingan acara #JogjaWalkingTour dari akun Instagram @Komunitas Malam Museum . Pikir-pikir bentar akhirnya memutuskan ikut aja padahal punya rencana lain. Acaranya mulai dari jam 08.00 WIB dengan titik kumpul di halaman depan Kagungan Dalem Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Sebenernya kikuk juga ke sini karena pas tadi sampai sana sepi, ada tukang parkir aja di depan. Mana nggak tau masjidnya yang mana....

Cara Ngprint PDF yang Dikunci

           Lagi musim ujian mandiri PTN nih, mau ikutan tapi nggak punya soalnya. Atau dapat soal bentuk softcopy tapi dikunci/diproteksi. Nah, kalau file yang dipunya itu dikunci (g'bisa diprint,copy) sama dengan apa yang baru saja aku alami. Untungnya, barusan browse di internet udah ketemu caranya. Zaman serba mudah dengan internet :). Nggak pakai software kok, cuma butuh terhubung dengan internet.               Caranya : buka website PDFUnlock! - upload file (format pdf, kalo masih bentuk zip/rar copy dulu file pdfnya di tempat/folder lain, yang penting udah nggak format zip/rar) dengan klik browse, itu ada pilihan my computer, blablabla - klik unlock - tunggu file diupload dan nanti akan muncul kotak dialog untuk download hasilnya- jangan lupa disave yaa. Cara ini berhasil kok, saya udah buktiin barusan. Selamat mencoba !

Rangkaian Kata selama USM STIS Tahap I Tahun 2014 di UBHARA Surabaya

Hari ini terasa begitu cepat datang. Hari dimana aku harus berperang melawan kertas-kertas diam tak berdaya namun mempunyai efek yang sangat besar jika bisa menaklukkan lembaran kertas tipis itu. Malam ini, tidurku tidak terlalu nyenyak. Apakah aku tegang?kurasa tidak. Entah mengapa 2 malam terakhir ini aku susah tidur, yaa mungkin karena hari ini. Terdengar alam membangunkan umat manusia untuk melaksanakan shalat Subuh. Dalam rasa dingin dan lapar, aku dan dua temanku bergegas menuju tempat panggilan alam saat pagi hari. Waktu kami tidak banyak, kami harus sesegera mungkin merapikan diri, sarapan, dll. Kami bertiga hanya sarapan mie instan (mi Sedaap goreng 2 bungkus). Disepiring bertiga itu aku hanya makan 1 sendok (dikit banget kan) takut pas jalan ke Ubhara muntah (karena kalau pagi aku pasti ngerasain yang namanya “neg”, Dari pagi aku udah minim Sprite jadi yaa mudah-mudahan nggak ngrusak suasana). Sekitar pukul 06.00 WIB kami berangkat menuju UBHARA (Universitas Bhayangkar...