Langsung ke konten utama

Postingan

Mencoba Software Asynx Planetarium

Ada satu lagi software astronomi yang patut dicoba bagi para astronom, ialah Asynx Planetarium. Mungkin kebanyakan penyuka astronomi lebih mengenal software astronomi dengan tampilan realtime dan realistis semacam Stellarium.Dengan software semacam Stellarium kita dimudahkan menggeser-geser hingga menzoom in langit untuk mendapatkan tampilan yang dikehendaki. Tentu karena software semacam itu memang bertujuan mensimulasikan langit agar penggunanya lebih leluasa menjelajah sudut-sudut langit. Namun, jangan bayangkan software Asynx Planetarium akan seperti itu. Asynx Planetarium lebih mirip dengan peta bintang diatas kertas. Kita hanya dapat mensetting lokasi dan waktu pengamatan dan tak akan bisa mempermainkan peta bintang itu. Kendali kita ya mungkin hanya bisa mengklik obyek hingga muncul keterangannya. Eits, tapi tunggu dulu, jangan lantas mencap jelek Asynx Planetarium. Perlu diketahui, Asynx Planetarium menyediakan 3 tampilan yang akan sangat membantu. Berikut...

matahari

Matahari disebut bintang permanen karena mataharai mengeluarkan sinarnya sendiri dan tetap berada pada posisinya. Prominensa : pancaran gas berbentuk kembang api merah yang menyambur dari dalam matahari. Manfaat energi matahari : Gelombang elektromagnetik contoh: microwave,televisi,hp,radio,dll. Infrared digunakan untuk pengobatan infrared.contoh alat yang menggunakan panas,pemanas ruang,dll. Ultraviolet digunakan untuk sterilisasi & desinfektan Sinar Gamma Digunakan untuk pengobatan penyakit otak & kanker Sinar X digunakan untuk pemeriksaan sinar-x,uji material,eksperimen bahan-bahan Sinar yang bisa kita lihat,peralatan optik Sunflare : semburan matahari Fenomena Dellinger : fenomena terganggunya komunikasi gelombang pendek selama beberapa menit sampai beberapa puluh manit yang terkadang terjadi