Langsung ke konten utama

Mencoba Software Asynx Planetarium

Tautan


Ada satu lagi software astronomi yang patut dicoba bagi para astronom, ialah Asynx Planetarium. Mungkin kebanyakan penyuka astronomi lebih mengenal software astronomi dengan tampilan realtime dan realistis semacam Stellarium.Dengan software semacam Stellarium kita dimudahkan menggeser-geser hingga menzoom in langit untuk mendapatkan tampilan yang dikehendaki. Tentu karena software semacam itu memang bertujuan mensimulasikan langit agar penggunanya lebih leluasa menjelajah sudut-sudut langit.


Namun, jangan bayangkan software Asynx Planetarium akan seperti itu. Asynx Planetarium lebih mirip dengan peta bintang diatas kertas. Kita hanya dapat mensetting lokasi dan waktu pengamatan dan tak akan bisa mempermainkan peta bintang itu. Kendali kita ya mungkin hanya bisa mengklik obyek hingga muncul keterangannya. Eits, tapi tunggu dulu, jangan lantas mencap jelek Asynx Planetarium. Perlu diketahui, Asynx Planetarium menyediakan 3 tampilan yang akan sangat membantu. Berikut rinciannya:

Tampilan Horizontal


Tampilannya bagai peta bintang diatas kertas. Meski begitu, jika kita mengklik satu obyek, informasi yang disediakan cukup lengkap dan akurat.

Tampilan Geocentric


Tampilan ini menunjukkan bagaimana obyek-obyek mengitari Bumi dalam gerakan semunya. Selain itu tampilannya didukung dengan koordinat ekuatorial, dimana vertikal nampak deklinasi dan horisontal nampak asensiorekta. Tampilan ini akan mempermudah siapa saja yang ingin memahami bagaimana koordinat ekuatorial itu.

Tampilan Heliocentric


Tampilan ini memperlihatkan bagaimana planet-planet mengelilingi Matahari secara nyata. Nyata dalam artian posisi yang ditampilkan akan bersesuaian dengan posisi di antariksa sebenarnya. Tampilan ini akan membantu kita memprediksi kapan kira-kira terjadi konjungsi, oposisi, elogasi maksimum dan lainnya dari suatu planet.

Nah, menarik bukan? Bagi yang berminat segera mendownload di http://www.asynx-planetarium.com/ dan install di komputer atau laptop kesayangan. Sebelum memulai jangan lupa mensetting lokasi pengamatan. Secara manual dapat dengan mengklik titik-titik di sebelah kanan lokasi defaut. Setelah muncul cendela setting lokasi, masukkan nilai longitude, latitude, dan time zone lokasi pengamatan. Dapat dilihat gambar berikut:

Tautan

Selamat mencoba, silahkan bertanya bila ada sesuatu yang tak dimengerti atau salah.

Diambil dari http://www.kalenderastronomi.com/2010/11/mencoba-software-asynx-planetarium.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikutan #JogjaWalkingTour Edisi Kampung Kauman, Seru Pol!

Pengalaman wisata seperti inilah yang kucari Jogja Walking Tour Edisi Kampung Kauman_Dok @Komunitas Malam Museum Meski hari ini (Sabtu, 11/1/2020) sudah memasuki akhir pekan kedua di Januari 2020, nggakpapa ceritanya loncat-loncat. Sekitar seminggu sebelumnya, aku sempat jenuh dan ingin pergi sejenak. Hari Jumat kemarin (10/1/2020), udah mikir mau ke tempat mana aja mulai pagi pas masih di kelas. Pulang dari UGM, segera kuselesaikan segala tugas beres-beres kos biar Sabtu dan Minggu bebas mau ngapain aja. Alhasil pas malamnya ketika bukain story Instagram @jogjapunyaacara , nemu postingan acara #JogjaWalkingTour dari akun Instagram @Komunitas Malam Museum . Pikir-pikir bentar akhirnya memutuskan ikut aja padahal punya rencana lain. Acaranya mulai dari jam 08.00 WIB dengan titik kumpul di halaman depan Kagungan Dalem Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Sebenernya kikuk juga ke sini karena pas tadi sampai sana sepi, ada tukang parkir aja di depan. Mana nggak tau masjidnya yang mana....

Rangkaian Kata selama USM STIS Tahap I Tahun 2014 di UBHARA Surabaya

Hari ini terasa begitu cepat datang. Hari dimana aku harus berperang melawan kertas-kertas diam tak berdaya namun mempunyai efek yang sangat besar jika bisa menaklukkan lembaran kertas tipis itu. Malam ini, tidurku tidak terlalu nyenyak. Apakah aku tegang?kurasa tidak. Entah mengapa 2 malam terakhir ini aku susah tidur, yaa mungkin karena hari ini. Terdengar alam membangunkan umat manusia untuk melaksanakan shalat Subuh. Dalam rasa dingin dan lapar, aku dan dua temanku bergegas menuju tempat panggilan alam saat pagi hari. Waktu kami tidak banyak, kami harus sesegera mungkin merapikan diri, sarapan, dll. Kami bertiga hanya sarapan mie instan (mi Sedaap goreng 2 bungkus). Disepiring bertiga itu aku hanya makan 1 sendok (dikit banget kan) takut pas jalan ke Ubhara muntah (karena kalau pagi aku pasti ngerasain yang namanya “neg”, Dari pagi aku udah minim Sprite jadi yaa mudah-mudahan nggak ngrusak suasana). Sekitar pukul 06.00 WIB kami berangkat menuju UBHARA (Universitas Bhayangkar...

Registrasi di Graha Cakrawala UM

What?????? Registrasi di UM mepet banget, trus aku pilih kampus mana???? Haahh? Ketrima semua bingung, nggak ketrima semua yaa bingung...Ya Allah.... Ya udahlah isi data registrasi online dulu, trus nunggu UKT UM, aduh....kok nggak muncul-muncul ya....alamat besok langsung ke UM nih.....padahal perasaan masih kalut, campur aduk pilih mana. Sorenya alhamdulillah UKT udah keluar. Paginya, 24 Juli 2014 kuputuskan untuk ambil UM, sesuai dengan impianku sejak memutuskan untuk memilih masuk SMA. Berkas sudah siap, tinggal berangkat aja, meski belum bayar UKT. Untung di UM ada Mobile bank (apa sih namanya kalau bank yang di mobil-mobil itu). Turun di Gerbang UM yang jalan Veteran trus ke Graha Cakrawala. Selesai bayar UKT, langsung masuk ngasihkan kartu pendaftaran ke kakak panitia. (pas masuk ke gracak, ibuku ikut masuk trus katanya panitianya ibu disuruh nunggu diluar, tapi kata-kata panitianya itu apa nggak bisa dilembutin lagi ya...kan ngomong sama orang tua heh). Dibandingkan dafta...